Rabu, 26 Oktober 2022
Koneksi Antar Materi Modul 1.1 - 1.4
Proses demi prosesnya, saya lalui
dengan antuasias karena rasa penasaran. Tugas demi tugas, akhirnya dapat tuntas
meskipun di menit-menit akhir tenggang waktu. Hal baiknya, semangat dari para CGP,
PP dan Fasilitator menular ke diri saya. Sehingga saya mampu menyelesaikan proses
belajar baik secara mandiri maupun kolaboratif dalam sesi pertemuan daring. Ilmu
yang saya dapatkan, sedapat mungkin langsung saya praktikkan di kelas dengan peserta
didik, menerapkan prinsip pepatah learning by doing. Dengan demikian saya
bisa langsung merefleksikan, menilai kompetensi diri, mengukur pemahaman saya, mengetahui
kebermanfaatan ilmu yang saya pelajari. Hal ini menurut saya merupakan langkah awal
yang baik, sebagai individu pembelajar sekaligus pemelajar.
Setelah saya mempelajari modul
1.1 hingga Modul 1.4 ini, beberapa hal yang menjadi refleksi saya adalah bahwa
meskipun masih seadanya, saya telah menjalankan beberapa peran guru penggerak
dengan nilai-nilainya. Hal ini membuat saya merasa semakin termotivasi, ternyata
dalam diri saya setidaknya ada nilai-nilai guru penggerak dan juga peran yang
pernah saya jalankan. Sebelum momen ini saya alami, saya berfikir bahwa masih
banyak PR diri saya untuk memantaskan diri sebagai calon guru penggerak. Saya
merasa minder dan tidak percaya diri. Sekarang, setelah menemukenali nilai
diri, saya berfikir bahwa saya mampu menjalankan peran sebagai guru penggerak,
dengan lebih banyak belajar memperbaiki diri, untuk menjadi penuntun yang baik,
sesuai landasan pemikiran Ki Hadjar Dewantara.
Dalam peran sebagai pemimpin
pembelajaran, selama ini saya telah melakukan perencanaan untuk pembelajaran
berpusat pada peserta didik secara kreatif dan bermakna. Setelah saya mempelajari
modul 1.1, refleksi saya adalah, ternyata apa yang saya lakukan selama ini
belum cukup bahkan jauh dari landasan pemikiran Ki Hadjar Dewantara tentang
memerdekan peserta didik. Ya, saya belum memerdekakan peserta didik saya. Maka
ke depannya saya akan memperbaiki peran sebagai pemimpin pembelajaran yang baik
dan menjunjung nilai keberpihakan pada murid. Peran lain guru penggerak adalah
mendorong kolaborasi. Dalam berbagai event sekolah, saya telah melibatkan peserta
didik maupun rekan sejawab dalam kolaborasi dan koordinasi kegiatan. Penguatan
peran sebagai pendorong kolaborasi peserta didik dan guru, akan saya lakukan
dalam berbagai kesempatan. Coaching bagi guru lain, merupakan peran yang tidak
mudah bagi saya. Dengan minimnya pengalaman, selama ini bentuk coaching yang
saya lakukan hanya sebatas internal sekolah dengan memberikan pendampingan
individu / kelompok kecil guru, biasanya terkait dengan interasi TIK dalam
pembelajaran. Kedepannya, saya harap lebih mampu menguatkan peran ini. Dalam
mewujudkan kepemimpinan murid, saya belum mempunyai banyak pengalaman. Yang
saya lakukan hanya sebatas memilih peserta didik yang berpotensi sebagai leader
dalam kegiatan-kegiatan peserta didik dan pembelajaran di kelas. Kedepannya, saya
akan menggali lebih jauh tentang peran ini, sehingga mampu membawa pembaharuan
program kepemimpinan peserta didik. Peran yang belum pernah saya lakukan adalah
menggerakan komunitas praktisi. Sejauh ini apa-apa yang saya lakukan masih di
zona internal sekolah. Main saya kurang jauh jadi kurang pergaulan. Kedepannya,
dengan bergabung dengan komuntas calon guru penggerak, semoga saya mampu
menjalankan peran ini. Dari rencana kedepan saya tuliskan diatas, saya berharap
mampu menguatkan nilai-nilai guru penggerak, pada diri saya, pada rekan
sejawat, dan juga pada murid-murid saya.
Menurut KHD,
pendidikan merupakan tuntunan di dalam hidup tumbuhnya anak- anak yaitu
menuntun segala kekuatan kodrat (kodrat alam dan zaman) yang ada pada anak-anak,
agar mereka dapatlah mencapai keselamatan dan kebahagiaan setinggi-tingginya sebagai
manusia dan sebagai anggota masyarakat. Beberapa peran pendidik antara lain
sebagai pendorong kolaborasi, mewujudkan kepemimpinan murid, coach bagi guru
lain, penggerak komunitas dan pemimpin pembelajaran. Dalam mewujudkan perannya,
seorang guru penggerak harus menginternalisasi nilai-nilai berpihak pada murid,
inovatif, kolaboratif, mandiri, dan reflektif, yang kelimanya merupakan nilai
seorang guru penggerak.
Inkuiri
apresiatif adalah sebuah paradigma sekaligus model menejemen perubahan yang
memegang prinsip psikologi dan pendidikan positif serta pendekatan berbasis
kekuatan. Pendekatan ini berfokus pada kekuatan dan nilai-nilai positif yang
dimiliki oleh suatu organisasi, dalam hal ini sekolah dan warganya untuk dapat
terus melakukan perubahan dan perbaikan kualitas. Pemikiran Ki Hajar Dewantara,
Nilai dan Peran Guru penggerak serta Inkuri Apresiatif mempunyai peran yang
sangat erat kaitannya dalam menumbuhkan profil pelajar Pancasila pada peserta
didik di sekolah saya. Dengan memahami visi dan peran serta nilai-nilai guru
penggerak, guru akan mampu mewujudkan tujuan pendidikan menurut filosofi
pendidikan Ki Hajar Dewantara, yaitu memerdekakan peserta didik dalam mencapai
keselamatan dan kebahagiaan setinggi-tingginya, yang indikatornya adalah peserta
didik-peserta didik yang berprofil pelajar Pancasila: beriman taqwa dan
berakhlak mulia, mandiri, berkebhinekaan global, gotong-royong, bernalar
kritis, kreatif dan mandiri.
Dalam mewujudkan tujuan
pendidikan tersebut, diperlukan sebuah upaya pendekatan atau rancangan Inkuiri
Apresiatif (IA). Melalui Inkuiri Apresiatif (IA), sebuah prakarsa perubahan dapat
diwujudkan dengan melihat kekuatan nilai-nilai positif yang dimiliki oleh
sekolah. Oleh karenanya, Inkuiri apresiatif dapat dimulai dengan
mengidentifikasi hal-hal positif yang ada di sekolah. Dari kekuatan positif
tersebut, dilakukan analisis strategi langkah perubahan yang akan dilakukan.
Langkah perubahan atau prakarsa perubahan ini, dikembangkan melalui konsep
BAGJA: Ambil pelajaran, Gali mimpi, Jabarkan rencana, Atur eksekusi.
Sebelum saya mengenal konsep ini,
perencanaan program/perubahan yang saya lakukan seadanya tanpa adanya langkah-langkah
pakem yang mustinya dijalankan. Setelah tahu ilmunya, saya akan mulai terapkan
dalam penyusunan program-program di sekolah.
Di akhir modul (modul 1.4), saya mendapatkan
pemahaman baru tentang budaya positif di sekolah dengan menerapkan
konsep-konsep inti seperti disiplin positif, motivasi perilaku manusia (hukuman
dan penghargaan), posisi kontrol restitusi, keyakinan sekolah/kelas, segitiga
restitusi. Materi ini sangat menarik bagi saya, karena langsung bersentuhan
dengan peserta didik di kelas saya. Di awal tahun pelajaran, salah satu fokus tugas
guru adalah membangun budaya kelas dan sekolah dalam rangka menciptakan lingkungan
belajar yang kondusif. Sehingga materi budaya positif ini sangat kontekstual
terhapat kebutuhan sekolah. Untuk mewujudkan tujuan pendidikan (visi sekolah), pembiasaan
budaya positif di sekolah merupakan landasan fundamental yang perlu dibangun dengan
menerapkan konsep-konsep disiplin positif dan nilai-nilai kebajikan universal,
teori motivasi, hukuman dan penghargaan, keyakinan kelas, kebutuhan dasar manusia
dan dunia berkualitas, lima posisi kontrol dan segitiga Restitusi.
Membangun
disiplin positif di kelas diperlukan landasan keyakinan kelas. Keyakinan kelas
dibangun atas dasar kesepakatan bersama akan nilai-nilai kebajikan universal dan
menekankan pada keyakinan diri yang bersumber dari memotivasi intrinsik. Dalam
prosesnya, saya mulai menerapkan teori kontrol, dimana seorang guru bisa
menempati kelima posisi kontrol: penghukum, pembuat rasa bersalah, teman, pemantau
dan manajer. Posisi Kontrol yang direkomendasikan untuk digunakan dalam proses
budaya disiplin yaitu posisi kontrol manajer. Selama ini saya merefleksikan
diri saya tentang posisi kontrol gur yang lebih banyak sebagai posisi kontrol pembuat
rasa bersalah, teman, pemantau. Terkadang saja saya bertindak sebagai manager. Saya belajar memperbaiki diri, untuk dapat
berperan sebagai manager. Saya perlu lebih bisa memahami berbagai kebutuhan
dasar manusia (peserta didik): Kebutuhan
untuk bertahan hidup (survival), cinta dan kasih sayang (love and belonging), kebebasan
(freedom), kesenangan (fun) dan kekuasaan (power).
Sebagai pendidik
saya juga dituntut mampu mempraktekkan segitiga restitusi untuk menyelesaikan
setiap permasalahan murid. Restitusi adalah proses menciptakan kondisi bagi
murid untuk memperbaiki kesalahan mereka, sehingga mereka bisa kembali pada
kelompok mereka, dengan karakter yang lebih kuat (Gossen; 2004). Dari yang saya
pelajari, restitusi merupakan proses kolaboratif yang mengajarkan murid untuk
mencari solusi untuk masalah yang dihadapinya, dan membantu murid berpikir
tentang orang seperti apa yang mereka inginkan, dan bagaimana mereka harus
memperlakukan orang lain (Chelsom Gossen, 1996). Restitusi membantu murid
menjadi lebih memiliki tujuan, disiplin positif, dan memulihkan dirinya setelah
berbuat salah. Penekanannya bukanlah pada bagaimana berperilaku untuk
menyenangkan orang lain atau menghindari ketidaknyamanan, namun tujuannya
adalah menjadi orang yang menghargai nilai-nilai kebajikan yang mereka percayai.
Hal positif yang
saya rasakan setelah mempraktikan segititiga restitusi dalam menyelesaikan
masalah peserta didik saya adalah, kondusifitas dalam proses membangun nilai-nilai
kebajikan universal budaya positif di kelas dan efektifitas dalam penyelesaian
masalah peserta didik. Harapan saya kedepan, saya bisa lebih jauh mempraktikkan
segitiga restitusi dan mampu mencapai kondisi yang saya harapkan yaitu
lingkungan belajar yang kondusif, aman dan nyaman.
Selasa, 01 Maret 2022
Soal Try Out Kelas 6
Kiat sukses ujian sekolah salah satunya adalah dengan mengikuti try out. Menjelang ujian, banyak lembaga lembaga maupun sekolah yang mengadakan try out untuk mengukur hasil belajar peserta didik. Soal-soal try out yang juga banyak tersedia di internet, juga dapat diakses dengan mudah. Berikut adalah salah satu soal try out sebagai persiapan Ujian Sekolah kelas 6.
LKPD Science Kelas 1 Semester 2
Hello, my students. Here I would like to share science LKPD for the second-semester units: Animals, Plants, Things Around Me, and Day and Night.
Unit 4 - Animals Download here
Unit 5 - Plants Download here
Materi Science Kelas 1 Semester 2
Hi, ananda shalih/shalihah grade 1 SDIT Istiqamah YPAIT Balikpapan. Assalamualaikum. How are you doing? I hope you are doing good. Stay healthy and safe anywhere you are. So, in this post, I would like to share Science materials that may help you study at home. As you know, in this second semester, we already studied four units. They are Animals, Plants, Things Around Me, and Day and Night.
SILABUS Kelas Daring Tematik Kelas 4
Pemberlakuan kelas daring, menuntut guru untuk menyesuaikan kegiatan pembelajaran bagi peserta didik. Strategi, teknik dan metode pembelajaran harus dirubah menyesuiakan dengan kondisi yang ada. Karena tentunya, kelas daring tidak bisa disamakan dengan kelas luring.
RPP Kelas Daring Tematik Kelas 4 Tema 1
Sebagai guru, kita harus adaptif dalam menghadapi berbagai perubahan yang dinamis. Salah satunya adalah perubahan kegiatan belajar mengajar yang musti diselenggarakan secara daring/online, terkait dengan pemberlakuan aturan-aturan untuk memutus mata rantai penyebaran virus Covid 19. Kelas daring tentu saja tidak bisa disamakan dengan kelas luring.
Senin, 28 Februari 2022
Berguru Ilmu Microbloging
Pekan terakhir di bulan Februari adalah pekan penuh tantangan. Saya geleng-geleng setelah sadar kalau ternyata saya mengikuti 3 pelatihan daring sekaligus. Dan akhirnya keteteran sendiri, mengatur waktu disela-sela tugas sekolah dan kepanitiaan, kok ya pas banyak yang musti dikerjain. Baiklah, bismillah saja, tantangan diterima. Untungnya badan sudah semakin fit setelah sempat sakit.
Salah satu pelatihan yang saya ikuti adalah Microblog. Awalnya saya kepo saja sih, karena istilah itu baru bagi saya. Kekepoan saya akhirnya terjawab. Sebenarnya, apa itu microblog?
Kamis, 11 November 2021
7 Alasan Pentingnya Portal Rumah Belajar
Di era pesatnya teknologi informasi dan komunikasi seperti sekarang ini, digitalisasi sudah merambah ke berbagai lini kehidupan. Revolusi indutri 4.0 tampak semakin dekat dan dipercepat dengan adanya pandemi virus Covid 19. Tak terkecuali di sektor pendidikan. Digitalisasi pendidikan secara signifikan sudah mulai tampak sejak 2 tahun belakangan, dimana sistem belajar daring diterapkan. Sumber belajar mulai dikembangkan oleh berbagai developer, khususnya swasta (komersil) untuk memenuhi permintaan pelaku pendidikan, berupa kebutuhan-kebutuhan pembelajaran daring.
Rabu, 10 November 2021
Sosialisasi Portal Rumah Belajar #2
Tugas VLOG PembaTIK Level 4

