Pekan terakhir di bulan Februari adalah pekan penuh tantangan. Saya geleng-geleng setelah sadar kalau ternyata saya mengikuti 3 pelatihan daring sekaligus. Dan akhirnya keteteran sendiri, mengatur waktu disela-sela tugas sekolah dan kepanitiaan, kok ya pas banyak yang musti dikerjain. Baiklah, bismillah saja, tantangan diterima. Untungnya badan sudah semakin fit setelah sempat sakit.
Salah satu pelatihan yang saya ikuti adalah Microblog. Awalnya saya kepo saja sih, karena istilah itu baru bagi saya. Kekepoan saya akhirnya terjawab. Sebenarnya, apa itu microblog?
Microblog adalah sarana untuk menyampaikan pesan atau post singkat di web atau media sosial. Tulisan pendek yang dibuat dalam microblogging bertujuan untuk memberikan informasi to the point sehingga singkat dan padat kepada orang lain. Konten tulisan dalam microblogging bisa diposting dalam format audio, video, foto, dan juga teks. Dewasa ini microblogging banyak diterapkan dengan memanfatakan platform media sosial seperti: Facebook, Twitter dan Instagram, karena mampu menjangkau lebih banyak pembaca.
Microblog memberi fleksibelitas ruang kepada pembaca. Derasnya arus informasi seperti sekarang ini, membuat pembaca ingin tahu lebih cepat dengan membaca lebih cepat. Tidak banyak orang mempunyai waktu untuk membaca ratusan halaman dari sebuah buku. Oleh karenanya penulis menyediakan tulisan "to the point" dalam konten microblog. Selain itu, microblog juga berfungsi untuk sarana marketing. Contohnya dalam dunia kepenulisan. Pembaca yang masih penasaran dengan "to the point"pada microblog, dapat mengakses lebih detail dari buku yang telah diterbitkan.
Berikut adalah tulisan perdana microblog saya di akun Instagram yang sudah kemas dalam bentuk video.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar