Menurut teori Piaget, anak usia Sekolah Dasar, berada dalam tahapan perkembangan kognitif operasi konkret. Pada tahap tersebut pola pikir anak berada dalam tahap berpikir konkret sehingga dalam proses pembelajaran, mereka harus dihadapkan dengan benda - benda konkret karena alaminya, mereka belum mampu memahami hal - hal yang bersifat abstraK. Maka, penggunaan media sangat penting dalam pembentukan ide/gagasan terhadap konsep atau teori tertentu. Tanpa media, pembelajaran yang dilaksanakan dapat disebut menyalahi kodrat anak, yang artinya jika tujuan pembelajaran tidak tercapai, maka itu bukanlah salah anak(siswa), melainkan letak kesalahan ada pada guru.
Fungsi media ini sangat penting dalam pencapaian tujuan pembelajaran secara efektif. Jika diibaratkan, proses pembelajaran ini identik dengan proses komunikasi. Dalam komunikasi diperlukan sumber pesan, ,media dan penerima pesan. Seseorang yang ingin menyampaikan pesan ke penerima, peru media penyampai pesan seperti telefon, email, fax dan lain - lain. Tanpa media, tidaklah mungkin pesan dari pengirim akan sampai ke penerima. Sama halnya dengan proses pembelajaran. Media diperlukan sebagai wahana penyampai "pesan" dari guru ke siswa dan sebaliknya.
Selain sebagai wahana penyampai pesan, media juga berfungsi untuk meningkatkan motivasi/minat belajar siswa. Verbalisme konsep dengan metode ceramah (teacher centered) yang tidak mengaktifkan siswa, akan membuat suasana pemebelajaran menjad monoton dan membosankan. Akibatnya siswa hanya mampu bertahan fokus/konsentrasi di awal - awal pembelajaran. Selebihnya mereka akan kehilangan konsentrasi dan mengabaikan penjelasan guru. Pada akhirnya, penguasaan konsep/materi oleh siswa tidak akan optimal dan tujuan pembelajaran juga tidak akan tercapai.
Penggunaan media tentu saja sesuai dengan kompetensi yang akan dicapai, disesuaikan dengan indikator dan tujuan pembelajaran. Menurut teori, media dikelompokkan menjadi beberapa jenis, namun secara garus besar, media dibedakan menjadi media visual, audio, audio visual dan multimedia. Selain mempertimbangkan hal diatas, pemilihan media harus mempertimbangkan kemudahan pengadaan dan ekonomis dari segi biaya. Dalam hal ini, guru dituntut kreatif untuk dapat memanfaatkan alam/lingkungan sekitar sebagai penyedia media realia.
Febriketjil, 7 Mei 2020
#TantanganGurusiana

Tidak ada komentar:
Posting Komentar