Senin, 13 April 2020

Era Belajar 4.0


Tidak bisa dipungkiri, sekarang ini kita sudah masuk di era revolusi industri 4.0, dimana terjadi perkembangan teknologi dan informasi yang sangat cepat. Di semua sektor, kerja manusia sedikit demi sedikit sudah mulai tergantikan oleh mesin. Delapan puluh tahun kedepan, bisa jadi hanya sedikit pekerja manusia, karena fungsi pekerjaan sudah terotomatisasi oleh teknologi internet yang tentu jauh lebih cepat. Maka untuk menghadapi era revolusi industri 4.0, tentu diperlukan persiapan yang serius.

Dunia pendidikan tentu juga akan berubah. Kurikulum sudah mulai berbenah untuk mempersiapkan calon generasi abad 21. Pendidik harus siap merubah pembelajaran konvensional dengan pembelajaran digital, sesuai perkembangan teknologi. Mau tak mau, guru harus mampu menyesuaikan dan beradaptasi dengan perkembangan teknologi melalui pembelajaran digital. Pandemi Covid 19 ternyata memberikan hikmah sebagai katalis bagi pembelajaran berbasis internet. Ruang kelas berpindah kerumah. Interksi KBM sepenuhnya secara daring. Rating download bermacam aplikasi belajar online, melonjak pesat.

Belajar online atau istilah kerennya e learning, mempunyai beragam bentuk. Tidak harus tatap muka sehingga peserta didik bisa belajar kapan saja dan dimana saja. E learning dikondisikan sedemikian fleksibel tanpa mengurangi esensi tujuan pembelajaran. Melihat peserta didik adalah generasi milenial kebawah, yang mana bercirikan mengutamakan gadget sebagai sumber informasi dan senang terhadap segala sesuatu yang cepat, mudah dan instan. Oleh karena itu pendidik harus mempunyai bekal bagaimana bisa berkolaborasi untuk mengelola, mencipta dan merancang sebuah pembelajaran dimana pembelajaran tersebut mampu mengakomodir ciri dan kebutuhan peserta didik jaman now tersebut.

Muara dari segala upaya perbaikan dunia pendidikan adalah tercapainya kompetensi abad 21 yang dikenal dengan istilah 4C (Communication, Collaboration, Critical Thinking and Problem Solving, dan Creativity and Innovation). Oleh karena itu, pembelajaran harus dirancang untuk mempersiapkan generasi abad 21. Ciri - ciri pembelajaran abad 21 adalah tersedianya informasi dimana saja dan kapan saja sehingga peserta didik mampu mencari tau dari berbagai sumber informasi. Ciri yang kedua adalah komputansi, yaitu penggunaan mesin yang menyebabkan semua lebih cepat, sehingga pembelajaran diarahkan untuk mampu merumuskan masalah bukan hanya menyelesaikan masalah. Ciri yang ketiga adalah otomatisasi, semua serba otomatis sehingga mampu menjangkau seluruh perkerjaan sekaligus. Ciri yang keempat adalah komunikatif, sehingga pentingnya pembelajaran diarahkan untuk melatih dan menanamkan skill kerjasama dan kolaborasi.

Siap tidak siap, mau tidak mau, pendidik harus melek teknologi. Harus mampu sembuh dari TBC (tidak bisa computer). Upayakan apa yang bisa, meskipun terkendala sarana dan prasarana. Pun demikian orangtua. Sebagai orangtua di era digital ini, sudah saatnya mengupgrade diri. Mendidik anak jaman sekarang tidak bisa memakai cara konvensional. Orangtua wajib belajar teknologi untuk bisa mengimbangi langkah anak di dunia digital yang semakin lama semakin canggih ini.

febriketjil, 13 April 2020

In my opinion

#TantanganGurusiana


Tidak ada komentar:

Posting Komentar